| Rencana Strategis Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur 2009 -2014 |
|
|
|
| Tanggal : 2008-04-24 07:38:42 |
PendahuluanLATAR BELAKANG Pembangunan Peternakan Provinsi Jawa Timur selama ini pada dasarnya memegang peranan penting dan strategis dalam membangun sektor pertanian, khususnya dalam upaya perluasan kesempatan kerja, pemasukan devisa negara, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani peternak dan keluarga petani peternak serta peningkatan konsumsi protein hewani dalam rangka peningkatan kecerdasan bangsa, baik sumbangan langsung berupa kontribusi PDRB, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, perolehan devisa melalui ekspor maupun sumbangan tidak langsung seperti penciptaan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan hubungan sinergis dengan subsektor dan sektor lainnya. Disamping itu dalam memenuhi kebutuhan daging untuk masyarakat Jawa Timur sudah tercukupi dari daging beberapa komoditas yaitu bahan asal ternak berupa daging sapi, kambing, domba, itik dan ayam (ras dan buras); sedangkan untuk kalangan tertentu (hotel berbintang dan restoran) yang membutuhkan daging kualitas tinggi masih dipenuhi dengan daging impor. Program jangka pendek diperlukan impor sapi potong sedangkan program jangka panjang perlu dilakukan impor bibit ternak berkualitas, pelestarian plasma nutfah ternak Jawa Timur seperti sapi madura, sapi Jawa, domba ekor gemuk, kambing Peranakan Ettawa (PE), itik Mojosari, dan Perbaikan kualitas sapi Madura dilakukan melalui inseminasi buatan, perbaikan managemen reproduksi, kualitas pakan dan sistem pemeliharaan; pengembangan kemitraan ayam pedaging serta meningkatkan pengkajian-pengkajian bidang peternakan untuk memperoleh teknologi tepat guna bagi peternak pedesaan. Komoditas unggas merupakan penyumbang produksi daging terbesar diantara komoditas lain, dengan adanya wabah penyakit flu burung kondisi ternak tersebut sangat kritis baik populasi, pemasaran maupun lingkungan. Secara menyebar unggas –unggas ini berada disekitar lingkungan penduduk, untuk mencegah semakin meluasnya penularan flu burung kepada manusia selain dilaksanakan vaksinasi, biosekuriti perlu dilakukan penataan ulang kawasan peternakan, dan tempat pemotongan unggas (TPU). Sementara untuk kebutuhan susu akan dilakukan langkah-langkah strategi dalam bidang persusuan yaitu meningkatkan keinginan masyarakat Jawa Timur untuk mengkonsumsi susu segar produksi lokal melalui promosi Gerakan Minum Susu bagi anak-anak sekolah SD yang dilaksanakan setiap tahun dan diharapkan pemerintah kabupaten/kota ikut berperan dalam promosi tersebut baik dalam pelaksanaan maupun pendanaan sehingga dapat menciptakan kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi susu segar atau pasturisasi produk lokal. Untuk meningkatkan jumlah produksi susu yang sehat dan berkualitas dilaksanakan penambahan kepemilikan ternak sapi perah per Rumah Tangga Peternak dengan sapi-sapi impor yang berkualitas tinggi, disamping pelayanan kesehatan hewan serta meningkatan kepemilikan peralatan panen (milk caw, alat pemerah) dan pasca panen seperti cooling unit. Rencana Strategis SKPD Peternakan Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 - 2014 merupakan penjabaran rencana strategi pembangunan peternakan dan sebagai acuan teknis dalam penyusunan perencanaan kegiatan pembangunan peternakan di Jawa Timur, sehingga dituntut lebih optimal dalam upaya untuk mendekatkan pelayanan secara prima kepada masyarakat peternakan dipedesaan. Untuk itu peranan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di Jawa Timur tetap eksis menjadi andalan dalam mendukung perekonomian sektor pertanian di Provinsi Jawa Timur. pelayananGAMBARAN PELAYANAN SKPD Gambaran umum Rencana Stategik Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur tahun 2009 – 2014 mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Pusat (RPJMP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 – 2014 dibidang peternakan dan kesehatan hewan di Jawa Timur, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan yang tercantum dalam RPJMD Jawa Timur termasuk dalam salah satu kegiatan pembangunan pertanian secara nasional yang dilaksanakan melalui 5 (lima) program prioritas, yaitu (1). Program Peningkatan Kesejahteraan Petani, (2). Program Peningkatan Ketahanan Pangan, (3). Program Pengembangan Agroindustri/Agrobisnis, (4). Program Pengembangan Kawasan Agropolitan, (5). Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan dan Hewan Lainnya, dan 3 (tiga) Program penunjang, yaitu (1). Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan/Peternakan, (2). Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan dan (3). Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan. Kedudukan Renstra Peternakan Propinsi Jawa Timur Tahun 2009 – 2014 merupakan penjabaran rencana strategi pembangunan peternakan yang akan dilaksanakan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan berfungsi sebagai acuan teknis dalam penyusunan perencanaan kegiatan pembangunan peternakan di Jawa Timur. Renstra Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur 2009 – 2014 adalah sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan pembangunan peternakan di Jawa Timur supaya memberikan nuansa membangun pada semua unsur kekuatan dan faktor kunci keberhasilan dengan strategi yang tepat dalam mencapai tujuan dan sasaran pembangunan peternakan serta pelayanan kepada masyarakat yang didasarkan prinsip-prinsip “Good Governance “, yaitu dengan menerapkan konsep-konsep perencanaan yang partisipasif; transparan; akuntabel yang didasarkan pada pengembangan dan perumusan berbagai kebijakan publik yang progresif, taktis strategis serta perencanaan yang mampu mengoptimalkan semua potensi dan pelaku utama pembangunan sebagaimana ditetapkan dalam visi, misi , tujuan dan sasaran pembangunan peternakan. Visi dan MisiVISI DAN MISI DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR Pembangunan peternakan dan kesehatan hewan merupakan bagian integral dari pembangunan pertanian yang mengacu pula pada Pembangunan Nasional. Dalam rangka memudahkan pencapaian sasaran serta operasional pembangunan pembangunan disusun Rencana Strategik 1. VISI “Terwujudnya kesejahteraan peternak dan pemenuhan konsumsi protein hewani masyarakat melalui peningkatan produk peternakan yang aman” . 2. MISI * Meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat peternak melalui kelembagaan yang tangguh dengan berperan aktif dalam merubah pola usaha tradisional menjadi pola usaha berorientasi bisnis; * Mengembangkan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi komoditas peternakan dan pengamanan ternak; * Menggunakan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan didukung pembinaan berkelanjutan; * Mengembangkan produk-produk unggulan yang berdaya saing menghadapi pasar global; * Mendorong peningkatan kontribusi subsektor peternakan terhadap perekonomian Jawa Timur melalui peningkatan PDRB, lapangan kerja dan penanggulangan kemiskinan; 3. Tujuan Pembangunan Peternakan Tujuan pembangunan peternakan Jawa Timur, merupakan tujuan yang terus berkelanjutan, antara lain b. Khusus a. Umum * Meningkatkan kualitas kebijakan dan program yang mengarah pada pemanfaatan sumberdaya lokal untuk membangun peternakan yang berdaya lokal untuk membangun peternakan yang berdaya saing dan berkelanjutan; * Membangun sistem peternakan yang mampu memenuhi kebutuhan terhadap produk peternakan dan mensejahterakan peternak. * Meningkatkan kuantitas dan kualitas bibit ternak; c. Sasaran Pembangunan Peternakan * Mengembangkan usaha budidaya untuk meningkatkan populasi, produktivitas dan produksi ternak; * Meningkatkan dan mempertahankan status kesehatan hewan; * Meningkatkan jaminan keamanan pangan; * Mempertahankan Jawa Timur menjadi gudang ternak nasional. * Meningkatnya kemampuan petani menghasilkan komoditas sumberdaya lokal berdaya saing tinggi; * Ketersediaan pangan hewani di Jawa Timur dengan meningkatnya kuantitas dan kualitas bibit ternak serta meningkatnya populasi, produksi dan prduktifitas ternak. * Terkendalinya penyakit hewan menular dengan meningkatkan dan mempertahankan status kesehatan hewan; * Terwujudnya perlindungan masyarakat dengan meningkatnya jaminan keamanan pangan hewani yang ASUH; * Meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap protein yang berasal dari ternak; * Terwujudnya Pelayanan Prima pada masyarakat peternakan. Isue StrategisISSUE-ISSUE STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BIDANG PETERNAKAN 1 Sekretariat * Belum sempurnanya peraturan pembagian kewenangan pada tingkat pemerintahan (Pusat, Propinsi dan Kabupaten) sebagai akibat sistem otonomi (desentralisasi). * Alur pelaporan kegiatan pembangunan peternakan di daerah yang belum tertib, dan semakin berkurang aktivitasnya. * Pembiayaan Kegiatan Pembangunan Peternakan di Jawa Timur yang masih terbatas. 2 Bidang Budidaya dan Hewan Lainnya * Ancaman penurunan populasi ternak sapi karena tingginya angka pemotongan ternak sapi betina produktif dan meningkatnya pengeluaran ternak keluar propinsi. * Terjadinya importasi sapi bakalan dan daging beku merupakan ancaman pengurangan minat budidaya peternakan. * Penataan ternak pemerintah melalui pola bergulir dan gaduhan yang belum optimal. * UPT sebagai tempat kajian, penelitian teknologi peternakan, sebagai tempat kawasan sesuai spesifik ternak perlu dikembangkan. 3 Bidang Kesehatan Hewan * Munculnya penyakit hewan menular yang bersifat emergency seperti Flu Burung (Avian Influenza) pada unggas, Penyakit keluron menular (Brucellosis) pada sapi perah, penyakit ngorok pada sapi (Septicemia Epizootica). * Masih belum tertibnya peredaran obat hewan di masyarakat * Masih adanya penyelundupan obat hewan gelap (illegal). 4 Bidang Kesmavet * Terjadinya importasi sapi bakalan dan daging beku merupakan ancaman pengurangan minat budidaya peternakan. * Masih adanya penyelundupan, bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan yaitu daging impor, telur, bulu dan kulit. * Tempat Penampungan Susu di Jawa Timur kurang lebih 70 % sudah memenuhi standar Nilai Kesehatan Veteriner (NKV). * Belum optimalnya pemanfaatan rumah pemotongan hewan dan pasar hewan sebagai public service. * Adanya daging impor dipasaran tradisional, sehingga berpengaruh terhadap harga komoditas ternak. 5 Bidang Agribisnis * Kesadaran pihak swasta (usaha bidang peternakan) terhadap peraturan perundangan yang masih rendah. * Rendahnya nilai tukar hasil produksi petani peternak, sehingga menyebabkan posisi tawar peternak semakin rendah. * Rendahnya teknologi pengolahan dan pemasaran hasil peternakan di pedesaan Strategi dan KebijakanSTRATEGI DAN KEBIJAKAN 1. Strategi keberhasilan organisasi dalam menjalankan program yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan adalah : * Ketrampilan dari Sumberdaya Manusia yang siap pakai; * Sinkronisasi dan simplifikasi program kerja dan faktor pendukungnya; * Kekuatan dan kesadaran hukum dan keadilan bagi pengguna maupun penyedia program; * Koordinasi dan kerjasama kelembagaan yang berkesinambungan antar instansi terkait; * Mempunyai daya tarik terhadap investor untuk menanamkan modalnya; * Digunakannya teknologi tepat guna yang menghasilkan efisiensi daan efektifitas produksi; * Terciptanya kepastian pemasaran produk peternakan; * Intensifnya pemasaran produk lokal dan regional; * Tersedianya lembaga keuangan yang mampu membiayai investaasi yang dibutuhkan; * Terdapatnya potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan sumberdaya buatan yang mempunyai niali ekonomi tinggi yang masih belum termanfaatkan; * Terbukanya peluang pembangunan kewilayahan terutama di wilayah kepulauan serta Kawasan Selatan Jawa Timur; * Tersedianya potensi Agribisnis yang cukup meninjol di Jawa Timur; * Tersedianya Potensi dan Kemampuan industri bidang peternakan yang cukup besar. 2. Kebijaksanaan-kebijaksanaan Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Timur. a. Kebijaksanaan strategis * Memanfaatkan semua ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai ”alat” untuk mempermudah mencapai tujuan; * Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) baik petani maupun aparat pendukungnya sebagai ”subyek”, dan ternak sebagai ”obyek” untuk keberhasilan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan; * Mengembangkan fungsi kelembagaan dan tata kerja organisasi sebagai ”status” untuk menjalin jejaring kerja; * Memberikan kepastian hukum melalui penegakan peraturan sebagai bentuk pelayanan publik di bidang peternakan dan kesehatan hewan untuk keamanan berusaha; * Menciptakan mekanisme pasar sebagai ”iklim” niaga yang dapat menumbuhkan minat investasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan; * Memperluas potensi kapasitas tampung lahan sebagai basis ekologi untuk persiapan proses produksi dan reproduksi. b. Kebijaksanaan teknis operasional * Peningkatan ”pemberdayaan ekonomi rakyat peternakan” untuk meningkatkan produksi ternak dalam rangka swasembada daging tahun 2014; * Peningkatan lanjutan program INTAN SEJATI menjadi SAPI BERLIAN; * Peningkatan pengamanan ternak dari ”penyakit hewan” menular yang mewabah; * Peningkatan pengendalian pemotongan ”hewan betina” produktif; * Pengembangan ”standarisasi” tata niaga hewan, bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan; * Pengembangan usaha perbaikan ”gizi” keluarga dengan gerakan ”TELAGA SURGA” (Telur untuk Keluarga dan Susu untuk keluarga) * Peningkatan pemberdayaan ”Iptek” bidang peternakan dan kesehatan hewan; * Pengembangan ”privatisasi” unit-unit usaha dan asosiasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan; * Peningkatan ”investasi dan promosi” produk unggulan bidang peternakan dan kesehatan hewan. Rencana ProgramRENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF. 1 Rencana Program Rencana program untuk tahun 2009 – 2014 kedepan penyusunan program pembangunan peternakan dan kesehatan hewan Provinsi Jawa Timur, akan terus berlanjut dan diprioritaskan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur yaitu dengan 5 (lima) program prioritas, yaitu (1). Program Peningkatan Kesejahteraan Petani, (2). Program Peningkatan Ketahanan Pangan, (3). Program Pengembangan Agroindustri/Agrobisnis, (4). Program Pengembangan Kawasan Agropolitan, (5). Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan dan Hewan Lainnya, dan 3 (tiga) Program penunjang, yaitu (1). Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/ Perkebunan/Peternakan, (2). Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan dan (3). Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan. Dalam rangka mengoptimalkan program-program tersebut diatas tentu kegiatan-kegiatannya tetap sebagai kelanjutan dari kebijakan percepatan pemulihan ekonomi dan peningkatan produktifitas melalui pengembangan ekonomi kerakyatan, penguatan unit-unit usaha yang difokuskan dengan mengakomodir icon-icon sebagai produk unggulan dibidang peternakan. 2 Kegiatan Kegiatan secara terinci masing-masing program sebagaimana diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut : 2.1. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani, dengan kegiatannya, yaitu : 2.1.1. Pengembangan Kawasan Peternakan dan Perbibitan 2.1.2. Pengembangan Kemitraan, Peningkatan gizi masyarakat dan peningkatan kualitas hasil peternakan 2.1.3. Peningkatan Populasi Ternak (Integrasi Ternak dan Komoditas Pertanian Lainnya) 2.1.4. Pengembangan Budidaya ternak dan Hewan Lainnya 2.1.5. Penumbuhan Peningkatan Prestasi Kelompok Tani Ternak dan Gemarampai. 2.2. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak dengan kegiatannya, yaitu : 2.2.1. Pengawasan Obat Hewan dan Residu 2.2.2. Pemberdayaan Lab Keswan Type B Malang 2.2.3. Pemberdayaan Lab Keswan Type B Tuban 2.2.4. Pengamatan Penyakit Hewan Menular 2.2.5. Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan Menular 2.2.6. Pengumpulan dan Pengolahan Data Peternakan dan Kesehatan Hewan 2.2.7. Pemberdayaan Rumah Sakit Hewan 2.2.8. Pengawasan peredaran produk pangan asal hewan 2.2.9. Pengawasan peredaran produk hewan non pangan 2.2.10. Pengawasan dan pengendalian kesejahteraan hewan 2.3. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan dengan kegiatannya, yaitu : 2.3.1. Optimalisasi Inseminasi Buatan (Sapi Berlian) 2.3.2. Pemberdayaan Lab. Pakan dan pengembangan alat mesin peternakan 2.3.3. Pemberdayaan UPT PT dan HMT Batu 2.3.4. Pemberdayaan UPT PT dan HMT Kediri 2.3.5. Pemberdayaan UPT PT dan HMT Jember 2.3.6. Pemberdayaan UPT PT dan HMT Tuban 2.3.7. Pemberdayaan UPT PT dan HMT Magetan 2.3.8. Pemberdayaan UPT PT dan HMT Malang 2.4. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan dengan kegiatannya, yaitu : 2.4.1. Sinkronisasi program perencanaan dan evaluasi pembangunan peternakan dan kesehatan hewan 2.4.2. Promosi pemasaran hasil gerdu taskin dan koordinasi asosiasi peternakan 2.4.3. Fasilitasi pengembangan kawasan agropolitan 2.5. Program Pengembangan Agribisnis dengan kegiatannya, yaitu : 2.5.1. Pengembangan kawasan sentra perbibitan ternak di perdesaan 3 Indikator Kinerja 3.1. Tercapainya pertumbuhan populasi ternak yaitu : - Sapi potong 6,18 % pertahun - Sapi perah 4,53 % pertahun - Kerbau 0 % pertahun - Kuda 0 % pertahun - Babi 0 % pertahun - Kambing 1,5 % pertahun - Domba 1,5 % pertahun - Ayam buras 1,5 % pertahun - Ayam pedaging 2,50 % pertahun - Ayam petelur 2,50 % pertahun - Itik 1,5 % pertahun - Entok 1,5 % pertahun 3.2. Tersedianya bibit sebar sapi potong dari 1 juta akseptor menjadi 1,267 juta akseptor atau jumlah kelahiran 5,271 juta ekor pada tahun 2014. 3.3. Tercapainya jarak kelahiran (calving interval ) untuk ternak besar 14 bulan dan ternak kecil 6 bulan; 3.4. Tercapainya kenaikan berat badan sapi per hari / Daily Weight Gain sapi 0,7 –1,2 kg/hari; 3.5. Tercapainya penurunan jumlah pemotongan ternak betina bertanduk dari 10 % menjadi 5 %. 3.6. Tercapainya penekanan angka kematian ternak ( mortalitas rate ) < 0,5%. 3.7. Tercapainya intensitas pengamatan & pemberantasan penyakit sehingga : - Terwujud Jawa Timur bebas Brucellosis pada sapi perah tahun 2014 dengan incident rate 0 %; - Tercapainya stabilitas dalam mempertahankan bebas Rabies dengan incident rate 0 %; - Tercapainya stabilitas dalam mempertahankan bebas PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dengan incident rate 0 %; - Terwujudnya bebas penyakit ternak Flu Burung 4 Kelompok Sasaran 4.1. Sasaran populasi ternak dan hewan lainnya tahun 2009-2014 a. Sasaran pertumbuhan populasi sapi potong dan sapi perah tahun 2009-2014 akan mengalami pertumbuhan rata-rata pertahun sebesar 6,18 %. Hal ini menunjukkan bahwa kedepan upaya pelaksanaan Inseminasi Buatan (Sapi Berlian) dan pemberantasan penanggulangan penyakit hewan menular melalui vaksinasi yang selama ini akan dilakukan terus dan lebih ditingkatkan , disamping mengoptimalkan tersedianya pakan ternak yang cukup dan memperluas usaha-usaha peternakan sapi potong dan sapi perah kearah agribisnis dari pola tradisional ke arah pola bisnis. b. Sementara untuk populasi babi, kuda dan kerbau selama kurun waktu 5 tahun kedepan 2009-2014 tidak akan mengalami perubahan dikarenakan untuk babi karena budaya lingkungan untuk pemeliharaan ternak babi yang kurang mendukung ; untuk kuda dikarenakan fungsi hewan ternak kuda akan beralih ke motorisasi, sedangkan untuk ternak kerbau dikarenakan pemanfaatan ternak kerbau untuk pembajak sawah dilahan pertanian akan berkurang dan beralih ke peralatan teknologi. c. Pertumbuhan untuk ternak kambing dan domba tahun 2009 - 2014 akan mengalami pertumbuhan rata-rata pertahun sebesar 1,50 %. Hal ini diprediksi bahwa manajemen dan ketersediaan pakan untuk ternak kambing dan domba akan semakin baik disamping terlaksananya pengendalian penyakit parasiter pada kambing dan domba dibeberapa tempat cukup berhasil. d. Pertumbuhan untuk populasi ternak perunggasan tahun 2009 - 2014 akan mengalami pertumbuhan rata-rata pertahun masing-masing untuk ayam buras 1,50 % ; ayam ras petelur 2,50 %, ayam ras pedaging 2,50 %, itik 1,50 % dan entok juga 1,50 %. Pertumbuhan ini disebabkan karena program vaksinasi AI (Avian Influenza) untuk ayam buras akan terus ditingkatkan dan dilaksanakan dengan semakin optimal. 4.2. Sasaran produksi bahan asal ternak dan hewan lainnya Tahun 2009-2014 a. Pertumbuhan produksi bahan asal ternak dan hewan lainnya tahun 2009 – 2014 berupa daging dari 13 komoditas ternak akan mengalami pertumbuhan sebesar 4,39 % pertahun b. Pertumbuhan produksi bahan asal ternak dan hewan lainnya tahun 2009 – 2014 berupa telur akan mengalami pertumbuhan sebesar 3,28 % pertahun. c. Pertumbuhan produksi bahan asal ternak dan hewan lainnya tahun 2009 – 2014 berupa susu akan mengalami pertumbuhan sebesar 3,35 % pertahun. d. Hal ini menunjukkan bahwa program-program pembangunan peternakan di Jawa Timur terutama berkaitan dengan kegiatan pengamanan ternak, pengendalian penyakit hewan menular dan program Inseminasi Buatan akan semakin berkembang dan meningkat. 4.3. Sasaran Konsumsi Bahan Asal Ternak tahun 2009-2014 a. Pertumbuhan konsumsi bahan asal ternak dan hewan lainnya dari 13 komoditas ternak selama tahun 2009 – 2014 berupa daging akan mengalami pertumbuhan sebesar 1,68 % pertahun. b. Pertumbuhan konsumsi bahan asal ternak dan hewan lainnya dari (ayam buras, itik, ayam ras petelur, entok, burung puyuh) tahun 2009 – 2014 berupa telur akan mengalami pertumbuhan sebesar 2,06 % pertahun. c. Pertumbuhan konsumsi bahan asal ternak dan hewan lainnya tahun 2009 – 2014 berupa susu (sapi perah, kerbau perah, kambing perah) akan mengalami pertumbuhan sebesar 0,14 % pertahun. d. Pertumbuhan ini dapat diprediksi antara lain : • Bahwa program pembangunan peternakan dan kesehatan hewan Provinsi Jawa Timur dalam upaya mendukung pemenuhan gizi masyarakat cukup tinggi khususnya dalam pemenuhan protein hewani dan meningkatnya daya beli masyarakat terhadap produk pangan asal hewan. • Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan produktivitas subsektor peternakan dan kesehatan hewan di Jawa Timur, mengingat prestasi Provinsi Jawa Timur yang selama ini sebagai salah satu gudang ternak Nasional. 4.4. Sasaran Penyerapan Tenaga Kerja (orang) tahun 2009-2014 a. Pertumbuhan penyerapan tenaga kerja bidang peternakan dan kesehatan hewan selama tahun 2009 – 2014 dari perhitungan perkembangan populasi ternak diprediksi mengalami pertumbuhan sebesar 1,79 % pertahun. b. Pertumbuhan penyerapan tenaga kerja bidang peternakan dan kesehatan hewan selama tahun 2009 – 2014 dari perhitungan perkembangan produksi ternak diprediksi akan mengalami pertumbuhan sebesar 1,82 % pertahun. c. Kenaikan dari beberapa penyerapan tenaga kerja bidang peternakan dan kesehatan hewan sebagaimana diatas, menunjukkan bahwa pelaksanaan program pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di Jawa Timur semakin meningkat dan berhasil, sehingga diharapkan dapat menjadi barometer dalam upaya penyerapan tenaga kerja bidang peternakan dan kesehatan hewan di Jawa Timur. 4.5. Sasaran Pendapatan peternak (Rp/kap/th) tahun 2009-2014 Dilihat data tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan peternak tahun 2009 – 2014 untuk : a. Pendapatan peternak sapi potong mengalami pertumbuhan sebesar 19,36 % pertahun b. Pendapatan peternak sapi perah mengalami pertumbuhan sebesar 5,46 % pertahun c. Pendapatan peternak unggas mengalami pertumbuhan masing-masing, yaitu : - ayam petelur 21,82 % pertahun - ayam buras 12,21 % petahun - ayam buras 2,02 % pertahun - itik 1,68 % pertahun d. Pendapatan peternak kambing mengalami pertumbuhan sebesar 2,56 % pertahun e. Pendapatan peternak domba mengalami pertumbuhan sebesar 2,60 % pertahun. 5. Pendanaan Indikatif Dari perhitungan secara ekonomi bahwa sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur yang dituangkan melalui 5 (lima) program prioritas, yaitu (1). Program Peningkatan Kesejahteraan Petani, (2). Program Peningkatan Ketahanan Pangan, (3). Program Pengembangan Agroindustri/Agrobisnis, (4). Program Pengembangan Kawasan Agropolitas, (5). Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan dan Hewan Lainnya, dan 3 (tiga) Program penunjang, yaitu (1). Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan/ Peternakan, (2). Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian, Perkebunan dan Peternakan dan (3). Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan dengan melihat kegiatan pendukungnya selama tahun 2009-2014 diperlukan alokasi dana sebesar lebih kurang Rp 250 Milyar. Prediksi ini diperkirakan akan memberikan nilai partisipasi masyarakat peternakan dan kesehatan hewan semakin rata dan semakin meningkat. Sehingga alokasi dana yang diperuntukkan akan memperbesar peluang pada kegiatan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di Jawa Timur. |











