INFO KEGIATAN
Kata Pengantar PDF Cetak E-mail
Tanggal : 2008-05-12 15:03:50

DINAS PETERNAKAN JAWA TIMUR

Suparwoko             Pada tahun 2009 merupakan landasan  awal dalam perjalanan lima tahun kedepan sampai tahun 2014. Selama tahun 2009 telah banyak keberhasilan yang dapat kita raih diantaranya meningkatnya populasi ternak sapi potong  pada tahun 2009 sebesar 3.558.948  ekor mengalami kenaikan sebesar 5,14 % dibandingkan dengan tahun 2008.  Demikian pula yang dialami oleh ternak perunggasan masing-masing untuk ayam buras pada tahun 2009 sebesar 23.596.465 ekor mengalami kenaikan sebesar 1,44 %, ayam ras petelur sebesar 21.396.783 ekor atau mengalami kenaikan sebesar 2,45 % dan ayam ras pedaging dengan populasi sebesar 55.634.580 ekor atau mengalami kenaikan sebesar 2,42 %. Kedepan kita akan  semakin dituntut untuk lebih giat bekerja dalam upaya meningkatkan populasi ternak di Jawa Timur
dengan terus memberikan pembinaan dan pelayanan yang prima kepada masyarakat peternakan di pedesaan (Ir. SUPARWOKO ADISOEMARTO, MM, KEPALA DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR).

 

             Keberhasilan lain yang dapat diraih selama tahun 2009 adalah Prestasi Kelompok Tani Ternak Sapi Potong di  Kab. Tuban dengan predikat Juara I Tingkat Nasional, disusul kemudian oleh Kab. Tulungagung  dengan (Komoditas kambing PE) ; Kab. Magetan (Komoditas Ayam Buras) dan Kab. Banyuwangi (Komoditas Itik) yang masing-masing meraih Juara II. Disamping itu, kita perlu berbangga bahwa dalam rangka pemberian Penghargaan Abdibhakti Tani kepada Unit Kerja Pelayanan Publik Bidang Pertanian, telah menetapkan kepada  UPT PT dan HMT Garahan-Jember sebagai Predikat Juara I Unit Pelayanan Publik Bidang Pertanian Tingkat Nasional Tahun 2009.


           Dengan keberhasilan dan prestasi yang sangat menggembirakan tersebut, tentunya saya berharap  agar peran kabupaten/kota yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan agar  lebih eksis dalam  memacu dan meraih yang terbaik. Oleh karenanya, ada beberapa hal yang  perlu perhatian kita bersama, yaitu : 1).  Kebijakan Teknis Kesehatan Hewan  dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, perlu ditingkatkan :  a).  Pengawasan peredaran lalu lintas produk hewan,  b).   Pengendalian pemotongan ternak betina produktif yang lebih ketat c.  Pengelolaan pasar hewan dan pelayanan kesehatan hewan lainnya.  2).  Kebijakan Teknis Budidaya Pengembangan Ternak dan Hewan Lainnya, antara lain menyangkut Bibit Ternak  yang memenuhi persyaratan tertentu untuk dikembang-biakan.  3).   Kebijakan Teknis Agribisnis, antara lain  menyangkut kelembagaan kelompok, investasi bidang peternakan dan kesehatan hewan dan kebijakan teknis lainnya. Disamping itu pada tahun 2009,  beberapa kegiatan dari dana APBD Provinsi maupun dana APBN, telah dialokasikan dibeberapa kabupaten/kota di Jawa Timur, antara lain melalui : 1).   Kegiatan Pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan menular;  2).  Kegiatan Inseminasi Buatan,  3).     Kegiatan Integrasi ternak dan komoditas pertanian lainnya;  4).  Kegiatan Pengembangan Kawasan Sentra Perbibitan Ternak; 5).      Kegiatan Dana TP dana Ditjen. Pengelolaan Lahan dan Air;  6).   Kegiatan Dana TP dana Ditjen. PPHP;  7).   Kegiatan Dana TP dana Ditjen. Peternakan Disamping itu ada kegiatan-kegiatan lain    seperti :  pertemuan, pelatihan, kursus dan lainnya yang melibatkan peran-serta kabupaten/kota di Jawa Timur.


          Oleh karenanya,  tugas Dinas Peternakan kedepan semakin berat mengingat  Provinsi Jawa Timur sebagai gudang ternak sapi potong ditingkat Nasional akan lebih ditekankan untuk mendukung Program Percepatan Pencapaian Swasembada Daging Sapi Tahun 2014 melalui Program “Sapi Berlian” atau sapi beranak lima juta dalam lima tahun yakni mengefektifkan kegiatan Inseminasi Buatan dengan target rata-rata pertumbuhan sapi potong sebesar 6,18 %, sehingga target kelahiran periode tahun 2009 s/d tahun 2014 sebanyak 5.271.296 ekor akan dapat dicapai.

 

       Diharapkan, sektor peternakan dapat memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kabupaten/kota khususnya dalam membangun peternakan dan kesehatan hewan yang dapat menggerakkan investasi dalam mengolah produk-produk  peternakan.

   
            Memasuki kegiatan tahun 2010, saya ingin memberikan informasi bahwa beberapa  komponen kegiatan  yang dialokasikan di kabupaten/kota di Jawa Timur semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dana yang bersumber dari APBD Provinsi akan dialokasikan dalam bentuk : 1).  Integrasi ternak dan komoditas pertanian lainnya akan dialokasikan sapi potong betina PO 160 ekor; 2).  Peningkatan populasi sapi melalui Bagi Hasil Dana Cukai Tembakau akan dialokasikan sapi madura 714  ekor; .3).   Untuk mendukung Program Sapi Berlian melalui Inseminasi Buatan akan diimpor sapi pejantan unggul sebanyak 20 ekor;  4). Untuk mendukung program Gemarampai akan dialokasikan jenis ayam buras sebanyak 6.160 ekor atau 28 paket; 5).  Peralatan mini feed mill pengolah pakan ternak akan dialokasikan sebanyak 50 unit.


          Disamping dukungan  dana APBD Provinsi tersebut,  juga pada tahun 2010 telah dialokasikan Dana Tugas Pembantuan di kabupaten/kota, dengan rincian sumberdana dari masing-masing  : 1).   Ditjen. Peternakan  senilai 9 Milyar 706 Juta Rupiah yang dialokasikan di 30 Kabupaten di Jawa Timur; .2).  Ditjen. Pengolahan, Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP)  senilai 5 Milyar Rupiah yang dialokasikan di 5 kabupaten dan 1 Kota di Jawa Timur; 3). Ditjen. Pengelolaan Lahan dan Air senilai 1 Milyar 585 Juta Rupiah yang dialokasikan di 8  Kabupaten di Jawa Timur.

 
          Melihat alokasi dana tersebut,   jelas dan nyata bahwa upaya mengakselerasi bidang  ekonomi melalui Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kabupaten/Kota semakin meningkat dan secara langsung akan berdampak terhadap kontribusi ekonomi disektor pertanian. 

           

 
Back